Data Pantauan COVID-19 di Sulawesi Selatan

Data Update Pukul 22:00 WITA, 20 Juni 2020

2689

Positif

143

Meninggal

1161

Sembuh

*Data kasus terkonfirmasi COVID-19 adalah data yang telah diumumkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

IDENTIFIKASI DIRI-100
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 adalah melalui penelusuran orang-orang yang berisiko sehingga cepat dilakukan pemantauan dan pemeriksaan.

Mohon mengisi dengan benar dan jujur agar informasi dari survey ini bisa menjadi bahan kita untuk melaksanakan pencegahan percepatan penyebaran Covid-19 dan bantu orang terdekat anda yang berusia 60 tahun ke atas untuk mengisi survey ini, isikan untuk bayi dan anak-anak agar mereka pun dapat mengidentifikasi diri!

Silakan mengisi form berikut dengan mengklik tautan di bawah ini:

Infografis Edukasi

Disusun oleh Satgas Covid-19 UNHAS

Artikel Edukasi

Disusun oleh Satgas Covid-19 UNHAS

Hubungi Call Center Terdekat

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan

0821-5402-1119
0852-9935-4451
0812-4424-4473

In Collaboration by:

In Collaboration by :

Share to :

Apa itu Virus Corona?

Novel coronavirus disease atau juga dikenal dengan Covid-19 (Coronavirus Disease 20019) adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV2 yang termasuk dalam keluarga besar Coronavirus.

Pada mulanya penamaan virus ini diambil dari morfologi atau bentuk virus yang menyerupai solar crown, sehingga kemudian virus ini diberi nama Coronavirus (Latin, corona=crown).

Berdasarkan penularannya, Coronavirus tergolong Zoonosis atau ditularkan antara hewan dan manusia. Coronavirus terbagi menjadi 4 kategori, yaitu Alpha-, dan Betha- berasal dari mammalia (terbanyak ditemukan pada kelelawar), sedangkan Delta-, dan Gamma- berasal dari babi dan jenis burung.

SARS-CoV2 sendiri termasuk dalam golongan Beta -coronavirus yang dapat menyebabkan penyakit dengan keluhan beragam, mulai dari tidak bergejala, gejala ringan, sedang, berat, hingga menimbulkan kematian.

Bagaimana sejarah ditemukannya?

Virus Corona pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh Tyrell dan Bynoe, yang pada saat itu mengolah virus ini dari pasien common cold.
Sedangkan COVID-19 sendiri, yang disebabkan oleh SARS-CoV2, jenis virus baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia, ditemukan pertama kali pada bulan Desember 2019, di Wuhan, Provinsi Hubei di Republik Rakyat Tiongkok (China).


Spekulasi mengatakan kasus positive pertama ditemukan pada pasien yang mempunyai riwayat kontak pada Wuhan Seafood market.

Bagaimana penularan COVID-19 ini?

Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui droplet (percikan liur saat batuk atau bersin), tidak melalui udara atau airborne.
WHO pernah menyebutkan tentang airborne precautions, yang ditujukan spesifik bagi tenaga medis, dikarenakan droplet dapat berubah menjadi partikel yang lebih kecil dengan beberapa prosedur tertentu, seperti nebulasi.

Oleh karena itu, tenaga medis harus dapat melindungi diri dengan menggunakan alat pelindung (APD) diri. Misalnya, dengan menggunakan masker saat memeriksa pasien, karena droplet dapat berpindah saat pasien bicara atau batuk dalam jarak dekat, atau menggunakan APD yang lebih lengkap saat akan melakukan tindakan tertentu.

Meskipun COVID-19 tidak ditularkan melalui udara, namun perlu diperhatikan, droplet yang berasal dari pasien yang terinfeksi Covid-19 dapat menyebar dalam radius jarak 1 - 1,5 meter, dan dapat menetap pada permukaan benda mati pada kondisi dan waktu tertentu.


Maka dari itu, penting untuk menjaga jarak aman antar manusia minimal 1.5 – 2 meter, dan menjaga kebersihan, terutama cuci tangan.

Mengapa Covid-19 berbahaya?

Virulensi virus adalah kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit, hal ini ditentukan oleh keberadaan dan aktivitas reseptor pada permukaan inang yang memudahkan virus melekat, kemampuan virus menginfeksi sel, kecepatan replikasi virus dalam sel inang, dan kemampuan sel inang dalam menahan serangan virus.


SARS-CoV2 memiliki afinitas reseptor yang tinggi, sehingga virus ini dapat menular dengan cepat. Virus ini perlu diwaspadai karena progresifitasnya yang sangat tinggi untuk bertransmisi. Tingkat kematian yang disebabkan oleh virus ini juga sudah melebihi virus influenza biasa.

Siapa saja pihak yang rentan untuk terjangkit covid-19?

Siapapun dapat terinfeksi Covid-19, tidak memandang usia dan jenis kelamin.

Tetapi, pada kondisi tertentu, kemampuan sel inang dalam menahan serangan virus menurun, misalnya pada usia tua, orang dengan penyakit kronis, gangguan imun, dan penyakit penyerta lainnya. Sehingga nantinya, infeksi virus ini akan memperberat kondisi penderita.

Umumnya, orang usia lanjut akan meberikan gejala yang lebih berat, sedangkan pada usia yag lebih muda atau anak-anak, gejala akan lebih ringan bahkan tidak bergejala, sehingga terkadang tidak terdeteksi. Hal ini yang perlu kita waspadai, karena meskipun tidak bergejala, orang yang terinfeksi ini dapat menjadi carrier dan dapat menularkan ke orang lain.

Apa saja gejala yang khas terlihat pada Covid-19?

Covid-19 dapat tidak bergejala sama sekali pada beberapa orang. Tetapi pada orang yang bergejala, umumnya menimbulkan setidaknya satu dari gejala infeksi saluran pernapasan, yaitu demam (≥38C) atau riwayat demam, batuk, sesak, nyeri tenggorokan, hingga pneumonia.


Gejala dapat memberat atau dapat disertai gangguan pencernaan, atau keluhan lain sesuai dengan penyakit yang sudah ada sebelumnya. PNEUMONIA yang memberat merupakan gejala khas pada Covid-19.

Apa yang harus dilakukan ketika terjadi gejala?

TETAP TENANG, JANGAN PANIK.

Panik dan stress hanya akan menambah buruk kondisi dan menurunkan imunitas tubuh. Diharapkan tidak tergesah-gesah ke fasilitas kesehatan. Selama gejala tidak memberat, ISOLASI atau karantina mandiri sangat penting dilakukan.

Caranya: • Pisah ruangan antar anggota keluarga dalam rumah • Pastikan ventilasi cukup • Gunakan alat makan secara terpisah (piring, sendok, gelas, dll, digunakan masing-masing orang, jangan bertukar) • Gunakan handuk masing-masing • Kurangi kegiatan diluar kamar atau hindari penggunaan ruang bersama • Pastikan ruangan bersama (dapur, kamar mandi) memiliki ventilasi cukup • Kurangi kontak fisik • Tetap jaga jarak antar anggota keluarga 1-2 meter • Rajinlah cuci tangan • Saling memberikan dukungan psikososial

Cara menyikapi apabila berada di lingkungan pasien positif?

MASIH TETAP TENANG dan JANGAN PANIK. COVID-19 BUKAN AIB. Ini bisa terjadi pada siapa saja, dimana, dan kapan saja. Pasien yang terbukti positif perlu memberitahu orang-orang terdekat atau orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat selama 14 hari terakhir.
Kontak erat: a. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan APD sesuai standar.
b. Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.
c. Orang yang bepergian bersama (radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut/kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Cara menyikapi apabila berada di lingkungan pasien positif?

TETAP TENANG, JANGAN PANIK LAGI. COVID-19 BUKAN AIB.
Ini bisa terjadi pada siapa saja, dimana, dan kapan saja. Apabila kamu positif, segera sampaikan ke orang2 terdekat anda yang beberapa hari terakhir contact langsung dengan anda.
Apabila ada anggota keluarga (dalam satu rumah) yang terbukti positif COVID-19, orang tersebut sebaiknya melakukan isolasi diri, boleh dirumah, boleh di RS, tergantung tingkat keparahan gejalanya.
Anggota keluarga lainnya yang dalam rumah yang sama secara otomatis menjadi OTG (orang tanpa gejala) yang terbukti contact langsung dengan pasien positive. Yang berarti, harus juga isolasi diri selama 14 hari.
Apabila ada tetangga kita yang terbukti positif, tidak usah panik, selama kita tidak melakukan contact langsung dalam beberapa hari terakhir, anda tidak usah khawatir. Apabila ada contact langsung, sebaiknya isolasi diri selaman minimal 14 hari.
Dalam masa pandemic ini, kita wajib saling membantu dan support satu sama lain, baik fisik maupun mental.
Karena frontliners disini adalah kita semua, diri kita masing2.

Mengapa jenazah diproses tanpa dimandikan?

Karena upaya mencegah transmisi virus ke orang di sekitarnya akibat kontak langsung.
Waktu memandikan jenazah, masih ada kemungkinan kontak dengan cairan tubuh, kalau masih baru, virus belum rusak dan masih mampu menginfeksi orang lain.

Padahal proses penguburan tidak boleh ditunda lama (menurut paham Islam).

Berapa lama proses jenazah sebaiknya dikuburkan setelah meninggal?
Sebaiknya kurang dari 4 jam telah selesai dikuburkan.

Apakah virusnya masih bisa tertular setelah dikuburkan?

Kalau sudah dikuburkan, virusnya tidak dapat bertambah banyak karena sel tubuh yang mati akhirnya rusak dan viruspun akhirnya hancur.
Proses penyemprotan di area kubur juga tidak perlu.
Karena sudah diproses sesuai S.O.P sejak di ruang pemulasaran jenazah

Bagaimana jika mempunyai tetangga/orang di daerah sekitar rumah kita yang terkonfirmasi positif Covid-19?

Selama kita tidak melakukan kontak langsung dalam beberapa hari terakhir, tidak perlu khawatir.

Apabila telah melakukan kontak, dapat dilihat di penjelasan kontak pasien positif sebelumnya.

Bagiamana harusnya kita menyikapi pandemi ini?

Dalam masa pandemic ini, kita wajib saling membantu dan support satu sama lain, baik fisik maupun mental.
Karena frontliners disini adalah kita semua, diri kita masing-masing.

Bagaimana Cara Mencegah COVID-19?

Menurut Anjuran Dokter Spesialis Gizi Klinik, ada 6 cara yang penting diperhatikan:
1. Makan sehat dan seimbang sesuai kebutuhan masing-masing.
2. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan asupan tinggi protein
3. Tingkatkan asupan sayur dan buah yang merupakan sumber vitamin dan mineral
4. Cuci tangan dan bahan makanan, sebelum diolah
5. Minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi
6. Makan Bersama keluarga di rumah
7. Tidur yang cukup

Apakah sampai saat ini sudah ditemukan vaksin untuk mecegah virus corona?

Vaksin hingga saat ini dalam proses pengembagan, dan dalam masa uji klinis tahap pertama pada manusia, tapi belum dapat dikatakan telah dapat digunakan.

Apakah obat untuk penyakit covid-19 ini telah ditemukan?

Berhubung infeksi covid 19 adalah penyakit infeksi yang baru ditemukan menginfeksi manusia, obat yang digunakan untuk terapi pasien penderita covid-19 hingga saat ini masih variatif dan banyak yang hanya berupa terapi simptomatik (mengatasi gejala keluhan pasien).

Kombinasi obat azithromycin dan oseltamivir, telah digunakan di beberapa negara dan telah dibuktikan berhasil dalam beberapa penelitian berskala kecil.

Obat anti-virus baru seperti remdesivir saat ini masih dalam fase uji klinis tahap ketiga. Beberapa kombinasi obat anti-virus telah dicobakan dan berhasil dalam penelitian tahap awal.

Kapan harus meminta bantuan dari fasilitas kesehatan?

1. Apabila anda mempunyai gejala khas covid-19 yang memberat dan mempunyai riwayat bepergian ke luar kota tempat anda tinggal.

2. Apabila anda mempunyai gejala khas covid-19 yang memberat dan mempunyai riwayat kontak langsung dengan penderita covid-19

PENTING!!! Segera cari pertolongan bila

1. Nyeri dada
2. Kesulitan Bernapas*

Apakah ada cara penularan lain dari Covid-19 selain dari manusia ke manusia?

ADA. Dengan menyentuh benda mati yang telah terkontaminasi, kemudian tangan kita memegang hidung, mulut, atau mata.

Dapat juga dengan kontak langsung dengan hewan yang telah tekontaminasi

Bagaimana cara pencegahan Covid-19 selama karantina di dalam rumah?

1. Pastikan rumah bersih dan terjaga dari resiko kontaminasi. Dengan tidak menerima tamu, akan menurunkan resiko kontaminasi.
2. Bersihkan kamar mandi secara rutin.
3. Bersihkan dapur secara rutin. Agar tidak mengundang hewan untuk masuk ke dalam rumah.
4. Olah makanan dengan bersih dan aman. Cuci sebelum diolah.
5. Jangan menumpuk cucian baju terlalu lama. Segera dicuci sebisa mungkin.
6. Berhati-hati terhadap binatang sekitar kita. Bagi yang punya binatang peliharaan seperti kucing dan anjing, harap memperhatikan kebersihannya, dan menjaga tetap di dalam rumah.

Bagaimana seharusnya penggunaan masker pada orang sehat? Apakah efektif?

Penggunaan masker efektif untuk mencegah penyebaran virus ini.

Orang sehat yang memakai masker, ketika berpapasan atau berdekatan dengan orang terinfeksi covid 19 akan berkurang resiko 5 kali lipat untuk terinfeksi, karena penularan utama adalah lewat droplet.

Kita tidak pernah tahu, dengan siapa kita berinteraksi, apakah terinfeksi atau tidak. Masker menjadi ‘physical barrier’ terhadap droplet (percikan) tersebut.

Tetapi, tentu saja penularan yang masuk melalui mukosa mata juga dapat terjadi, namun ini bukan sumber penularan utama. Penggunaan masker kain wajib dilakukan pencucian sesering mungkin.

Apakah jahe, kunyit, bawang merah, daun kelor, dan kulit jeruk efektif untuk mencegah Covid-19?

Pada dasarnya, mengkonsumsi makanan bergizi yang diolah dengan baik, baik juga untuk kesehatan. Tetapi, hingaa saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa makanan-makanan tersebut dapat mencegah Covid-19.

Tes apa sebaiknya yang dilakukan untuk pemeriksaan covid-19?

Untuk orang yang memiliki gejala khas dengan riwayat kontak langsung dengan penderita Covid-19, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan untuk diagnosis, yaitu swab tenggorokan yang dikonfirmasi PCR.

Proses pengambilan sample swab tenggorokan pada test ini harus sangat hati-hati dan pengambil sample memerlukan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Hasil tes akan keluar 1-2 hari setelahnya. Test ini sudah dapat dilakukan di Makassar. Apabila tidak memiliki gejala apapun dan tidak mempunyai riwayat kontak langsung dengan penderita positive covid-19, kemudian ingin melakukan skrining, rapid test dapat dilakukan.

Sample yang diambil adalah sample darah kapiler/vena. Test ini dapat dilakukan dimana saja karena tidak memerlukan APD dan hasilnya cepat.

Kelemahannya, rapid test ini tingkat akurasinya rendah. Sehingga test harus diulang 7-10 hari berikutnya.

Apakah Covid-19 dapat menular dari ibu hamil ke janinnya?

Beberapa jurnal menyebutkan Covid-19 “mungkin” dapat tertular dari ibu hamil ke janinnya. Beberapa contoh kasus di negara lain telah membuktikan beberapa bayi lahir dengan Covid-19.

Tetapi, semua proses melahirkan dilakukan secara operasi caesar. Hasil dari kasus-kasus ini belum bisa membuat kesimpulan apakah benar ditularkan dari ibu hamil ke janinnya ataukah tertular pada saat proses persalinan.

Apakah penggunaan kalung anti-virus yang sedang marak di pasaran itu benar dapat mencegah terinfeksi Covid-19?

TIDAK!

Itu sama dengan menggantung sabun cuci tangan di leher. Tidak ada pengaruh apapun dalam mencegah terinfeksi Covid-19.

Apa yang saya harus lakukan apabila saya terpaksa harus keluar rumah?

1. Gunakan masker.

2. Jaga jarak aman dengan orang lain 1,5 hingga 2 meter satu sama lain.

3. Hindari kontak langsung (sentuhan) dengan orang lain.

4. Rajin mencuci tangan dengan sabun. Bila tidak ada air dan sabun, boleh menggunakan hand sanitizer untuk sementara.

5. Sepulang kerumah, harus langsung membersihkan diri dan mengganti semua pakaian sebelum bersentuhan dengan orang lain di dalam rumah.

6. Apabila menggunakan masker kain, setelah tiba kembali di rumah, wajib langsung dicuci.

Apa yang saya harus lakukan dalam membantu mengurangi penyebaran Covid-19?

Sebisa mungkin tinggal di rumah dengan bekerja ataupun belajar dari rumah. Hal ini dilakukan karena virus itu tidak bergerak tanpa host, yang bergerak manusia.

Jadi dengan diam di rumah masing-masing dan tidak menerima tamu (tetangga, keluarga, teman) dalam waktu minimal 14 hari. Penyebaran virus ini akan segera menurun.

Bagi yang mampu dalam hal finansial, dapat membantu orang-orang di sekitar yang kurang beruntung dan terkena dampak yang besar dari pandemi ini, seperti tidak bisa bekerja, agar dapat terpenuhi kebutuhan sehari-hari mereka selama masa isolasi 14 hari dalam rumah.

Penting untuk diperhatikan

Dokter dan tenaga medis bukanlah garda terdepan. Garda terdepan adalah kita sendiri, individu masing-masing. Dengan kita patuh pada aturan dalam menangani Covid-19 ini, kita menyelematkan jutaan nyawa manusia. Pilihan di tangan anda.

Apakah kalau membeli makanan siap saji dari luar rumah selama pandemi ini, perlu dimasak lagi?

Tidak perlu. Sampai saat ini tidak ada bukti bahwa covid19 dapat bertahan dan menular lewat makanan.

Saat tetangga saya positive covid-19, padahal saya baru saja kontak langsung, apa yang harus saya lakukan?

Apakah dekatnya kurang dari 2 meter? Apakah menggunakan masker? Sebaiknya langsung cuci tangan, mandi, dan isolasi diri 14 hari.

Apa yang harus saya pakai apabila keluar dan apa yang harus saya lakukan setelah pulang?

Pastikan keluar hanya untuk urusan penting yang tidak bisa ditunda dan jangan lupa menggunakan masker kain.

Begitu pulang, sebisa mungkin langsung mencuci tangan dengan sabun dan lanjut mandi serta mencuci baju yang digunakan tadi.

Seberapa efektif penggunaan masker kain untuk menangkal virus?

Cukup efektif, terutama bila dikombinasi dengan jaga jarak minimal 2 meter.

Efektifitasnya memang kurang dari masker bedah, tapi masyarakat umum kan tidak punya kebutuhan kontak jarak dekat dengan orang lain.

Mohon diingat untuk selalu menjaga jarak dengan orang lain ketika keluar rumah.